UM Jambi – Universitas Muhammadiyah Jambi serahkan bantuan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera melalui LazisMu Wilayah Jambi pada Selasa, (09/12) bertempat di Kantor LazisMu Wilayah Jambi. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Kepala Biro Keuangan UM Jambi kepada Bapak Ir. Zulyaden Murad selaku Wakil Sekretaris LazisMu Wilayah Jambi. Upaya ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial seluruh civitas akademika UM Jambi terhadap saudara-saudara kita yang terdampak musibah.
Pada kesempatan penyerahan bantuan, Rektor UM Jambi Hendra Kurniawan, S.Si., M.Si menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi. Ia menyatakan bahwa bencana yang baru-baru ini melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah memakan banyak korban jiwa dan meninggalkan dampak luas bagi masyarakat. Rektor juga menegaskan bahwa dana bantuan merupakan hasil dari penggalangan yang dilakukan oleh seluruh civitas akademika UM Jambi, dan berharap LazisMu dapat menyalurkannya secara fleksibel, baik melalui divisi bencana (MDMC) maupun langsung sesuai kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Ir. Zulyaden Murad menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus atas kepercayaan dan dukungan dari UM Jambi. Ia menyatakan bahwa bantuan seperti ini sangat berarti di tengah kondisi darurat, dan akan disalurkan sebaik mungkin kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, kontribusi berbagai elemen masyarakat dan institusi seperti UM Jambi sangat membantu dalam percepatan pemulihan dan upaya tanggap bencana.
Dalam beberapa minggu terakhir dikutip dari berbagai media, wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda banjir dan longsor besar akibat curah hujan tinggi. Menurut data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban tewas telah mencapai angka memprihatinkan: hingga 8 Desember 2025, tercatat 961 orang meninggal dan 293 orang masih hilang akibat bencana tersebut.
Pemerintah pusat bersama berbagai lembaga penanggulangan bencana telah mempercepat upaya penyelamatan dan evakuasi, termasuk membuka jalur akses ke daerah-daerah terisolasi, mendistribusikan bantuan logistik, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi korban seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara.